Senin, 15 Oktober 2012

caraku salah


mencintai,
menyayangi,
merindukan,
menunggu,
memastikan,
memilih,
memikirkan,

perasaan yang tak pernah menentu,
menghantui segala pikiranku,
tentangmu,

hati yang teriris perih,
menusuk terlalu dalam,
hingga luka tak dapat tertutup,
hingga kini,

tatapan mata yang tajam berderaikan air mata,
pandangan yang berfokus padamu,
berdegup jantung sangat kencang,
seolah organ ini serentak ingin memelukmu,

terhalang oleh cahaya yang indah,
yang menemanimu kini,
cahaya redupku,
tak mampu menyinari setiap ruang kosong hatimu,

berdiam sendiri,
dilorong kesunyian,
tempat bertemu saat itu,
hanya kenangan,
sebuah cerita,

bangku,
meja,
lantai,
dan dinding itu,
saksi mata,
ketika teriakkan,
tangisan,
emosi jiwa ini,
menjadi satu,
ramai oleh kita,
namun kini,
sepi,
tak berpenghuni,
seperti hatiku,
tak ada yang mengisi.




4 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.