Rabu, 24 Oktober 2012
kacamata
jendela dunia,
penerang kehidupan,
seperti matahari yang menyinari pagi hari,
seperti bulan yang menerangi malam hari,
kehilangan dia,
seperti gelapnya malam tanpa cahaya,
seperti rabun karna ada kabut penghalang,
seperti datar tanpa ada bentuk yang terlihat,
kesal,
mengapa dia diciptakan,
padahal aku ingin melihat dunia tanpa alat bantu,
tanpa dirimu,
sedih,
karena aku tak bisa menikmati indahnya dunia ini,
dengan mataku sendiri,
andai saja,
dia bisa kusingkirkan dalam kehidupanku,
pasti akan ku jaga mata ini dengan baik,
tak boleh ada yang menyentuhnya,
bahkan menodainya sekalipun,
tapi sayangnya,
dia tak akan mungkin aku singkirkan,
sudah menjadi bagian hidupku,
jiwa ini sudah menyatu untuknya,
biarlah,
mungkin dia yang paling mengerti aku,
karena dia aku bisa melihat isi dunia ini dengan nyata,
tanpa bayang-bayang semu yang terlihat,
terima kasih.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.