judulnya cerita kita,
melihatnya hanya bisa tersenyum,
terlalu lama,
jadinya terharu,
ceritanya dimulai sejak itu,
waktunya sudah lama,
tidak terlalu lama juga,
tapi buat saya,
sudah lama,
saya bahagia,
ketika impianmu menjadi kenyataan,
sekian lama berkhayal soal itu,
dan akhirnya terwujud,
indah sekali,
senyummu,
sangat lepas,
wajahmu memerah,
mungkin kalau dekat,
saya bisa mendengar detak jantungmu,
yang berdetak sangat kencang,
ketika itu,
disini,
saya masih mengagumi,
bukan mengagumimu,
tapi mengagumi kesederhanaanmu,
yang selalu kamu bawa,
dan kamu jaga,
kini sudah berbeda,
tidak seperti kemarin,
hanya diam-diam,
dan lebih baik saya diam,
terima kasih,
sudah pernah singgah disini,
lebih tepatnya bukan singgah,
tapi mampir sebentar hehe,
yang sebentar itu,
banyak yang saya jadikan pelajaran,
setiap kata yang pernah kamu ucapkan untuk saya,
tidak terlupakan sedikitpun,
senang,
karena pernah mendengarkan saya,
dan pernah saya mendengarkanmu juga,
saling mendengarkan,
"aku bahagia karena kau terlahir di duniadan semoga,
dan kau ada diantara milyaran manusia"
by: perahu kertas
saya menemukan sesosok seperti kamu,
sederhana :)
Aamiin :)
BalasHapusUntuk 1 bait terakhir di tulisanmu ini.