Minggu, 26 Agustus 2012
batu itu menghalangi sinarku lagi
sebuah pancaran sinar kini sudah tampak terlihat sekarang,
meski tidak terlihat menyeluruh,
tapi aku sudah bisa melihat sinar itu dengan terangnya,
sinar yang sudah lama aku cari,
sinar itu,
kini sudah menerangi hatiku,
pikiranku,
mataku,
pendengaranku,
semuanya,
yang dulu sempat meredup,
karena terhalang batu besar,
aku bisa merasakan kembali,
indahnya sinar itu,
senyuman indah bisa aku lihat kembali,
seperti indahnya hatiku menerima senyuman itu,
ketika aku sedang merasakan indahnya sinar yang aku rasakan,
mengapa batu itu kembali menghalangi,
menghalangi indahnya sinar yang baru aku rasakan kini,
aku sudah memindahkannya dengan kekuatanku sendiri,
kekuatan hati, pikiran, mata, telinga, dan tangan ini,
memindahkannya di tempat yang jauh dan tepat,
hey batu besar,
izinkan aku melihat kembali sinar yang aku cari,
sudah lama aku merindukan kehadiran sinar itu untuk menerangiku,
engkau sudah aku simpan di tempat yang indah untukmu,
aku hanya ingin tersenyum melihat semuanya,
memulai dengan hari yang indah karena indahnya sinar itu,
hey batu besar,
aku sudah bisa membuktikan pada semuanya,
kalau aku mampu berdiri tegap,
mampu memindahkanmu dengan diriku sendiri,
dengan kesabaran hati dan pikiranku,
keikhlasan pendengaran dan tanganku,
aku lakukan semua dengan senyuman indah di bibirku,
hey batu besar,
tetaplah kau berada ditempat yang sudah aku sediakan untukmu,
kau lebih pantas disana bersama batu batu besar yang lainnya,
aku akan melihatmu ketika batumu sudah diukir dengan tangan yang indah,
dan aku akan memberikanmu ketangan yang tepat,
agar kau dirawatnya dengan keindahan tangannya,
hey batu besar,
menjauhlah dari sinarku,
karena aku ingin kembali menemukan sinarku lagi,
yang dulu sempat redup,
karena terhalang batu besarmu,
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.