entah sudah berapa banyak saya menulis tentang Anda. seperti tak pernah habis kata-kata saya untuk Anda. yaahh untuk Anda. seperti jari dan otak saya tak ingin berhenti untuk menulis apa yang ada di dalam pikiran saya tentang Anda. mengingat Anda kembali, sama halnya membuka noda hitam kembali yang sudah hampir hilang. meskipun tidak akan pernah hilang.
saya sudah lelah dengan sikap Anda. setiap saya ingin mundur, selalu saja ada jalan untuk saya tetap maju melanjutkan hasil menunggunya saya. tapi ketika saya maju, selalu saja banyak rintangan yang menambah noda hitam itu. melihat, mendengar, dan merasakan sendiri sikap Anda untuk pilihan Anda itu yang membuat emosi saya selalu terpancing, dan kemudian saya hanya bisa tersenyum mengingat emosi saya itu.
saya selalu ingat di sabtu itu 3 bulan yang lalu. setiap ucapan Anda saat itu, saya masih mengingat semuanya. yahh keputusan ini dibuat memang saya yang pertama memutuskannya, keputusan untuk berhenti melanjutkan harapan yang sudah kita buat sebelumnya. karena Anda sudah menghilangkan kepercayaan saya untuk Anda, Anda memanfaatkan semua kepercayaan saya untuk Anda. namun, saat itu seolah menjadi Anda yang memutuskannya, memutuskan untuk seperti ini saja, karena Anda masih ingin menikmati kehidupan Anda sekarang dengan pilihan-pilihan Anda itu. Anda dan saya masing-masing punya jalan yang berbeda. tapi Anda selalu meyakinkan saya, kalau tujuan kita sama, yaitu saya yang Anda inginkan untuk menjadi ma'mum Anda dan Anda yang saya inginkan untuk menjadi imam Anda.
"aku akan menulis di catatan perjalanan hidup aku, nama wanita terakhir yang akan aku tulis adalah kamu. dan aku selalu yakin kalau kamulah yang pantas untuk menjadi pendamping aku selamanya"
saat itu,
tidak hanya air mata saya yang jatuh, tapi Anda juga. saya merasakan air mata yang Anda keluarkan tulus dari hati Anda, karena Anda sayang saya. Anda tidak ingin membuat saya terluka dengan sikap Anda kembali. tapi itu semua hanya dalam hitungan beberapa jam saja, setelah itu Anda melupakannya. melupakan setiap ucapan yang Anda berikan untuk saya. tapi saya yakin, hati Anda mengatakan kalau ucapan Anda itu akan Anda wujudkan suatu saat nanti. hanya waktu yang menjawab itu semua.
waiting for you, always sepertinya. dengan kesabaran, keikhlasan dan senyuman saya untuk Anda, setiap saya melihat kemesraan Anda untuk wanita yang disamping Anda sekarang, entah sampai kapan itu, hanya Anda dan Allah yang tau.
kesabaran itu tidak ada batasnya, kalau ada batasnya namanya tidak sabar.
tapi bolehkah saya bilang lelah, cape, jenuh, bosan dengan semua sikap Anda itu? sikap Anda yang selalu seenaknya terhadap saya. Anda selalu ingin saya mengerti kondisi Anda, menghargai wanita itu siapa Anda. lalu bagaimana dengan kabarnya saya? siapa yang mengerti kondisi dan perasaan saya, dan menghargai saya sebagai wanita yang dulu pernah ada untuk Anda?
Anda selalu bilang, ketika Anda mulai nyaman dengan keadaan Anda saat ini, saya bertugas untuk selalu mengingatkan Anda tentang hal itu. tapi Anda tetap selalu tidak pernah terima jika saya mengingatkan soal itu untuk Anda. yahh saya bingung sekali dengan sikap Anda saat ini !! Anda seperti dulu, yang tidak saya kenal. saya mengenal Anda dengan sikap yang sedikit lebih sabar dari saya, sedikit lebih tenang dari saya, bisa mengerem emosi Anda jika bersama saya. tidak seperti sekarang yang tidak sabar, tidak pernah tenang dalam bersikap, dan selalu emosi dalam bertindak.
apa yang ada di dalam pikiran saya untuk Anda. Anda selalu hadir dalam pikiran saya. berusaha menjauh, tapi semakin mendekat Anda terhadap saya. Anda sudah terlanjur hadir dalam kehidupan saya. Anda sudah menjadi catatan hitam saya, urutan pertama, dalam barisan catatan saya. dan Anda juga, menjadi catatan termanis saya, urutan pertama, dalam perjalanan saya mengenal Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.