dan nyatanya,
hidup tak semanis yang kita pikirkan,
tak seindah yang kita inginkan,
manisnya hidup kita cuma Allah yang tau,
si sutradara terhebat,
bagaimana caranya Dia membuatkan satu judul,
membuat script tentang perjalanan hidup yang akan kita capai,
dibuat beberapa scene dalam cerita,
selebihnya,
kita yang akan menjadi tokoh pemainnya,
bagus dan tidaknya,
tergantung kita yang memerankannya,
air mata ini,
akan digantikan dengan
senyuman manis disetiap harinya,
kehidupan yang pahit,
adalah awal menuju kehidupan yang sebenarnya manis,
dan akan selalu manis,
cerita awal yang tak begitu indah,
adalah bagian dari hiasan kehidupan,
begitupun cerita ini,
tidak sesuai dengan keinginan sang tokoh utama,
tapi Allah telah membuatkan cerita yang menarik,
sebenarnya,
hanya saja yang dibutuhkan adalah
penjiwaan yang hebat antara si tokoh utama
agar terbentuknya persamaan keinginan
kenyamanan disetiap adegan yang dimainkan
dan satu pemikiran.
semua cerita,
pasti akan indah akhirnya,
menerimanya,
dengan ikhlas,
tersenyum,
dan bersyukur,
dihadapanmu adalah yang terbaik,
meski banyak disekelilingmu yang jauh lebih baik,
tapi Allah jauh lebih tau,
antara dua pemikiran,
dua hati,
yang akan dijadikan satu :)
