Selasa, 19 Februari 2013

#27


rasa nyaman itu kadang ada,
bukan pada orang yang kita anggap dekat,
sangat dekat mungkin,
tapi munculnya kenyaman
sering pada orang yang kita anggap tak penting,
hanya mempermanis kehidupan saja,

hadirnya,
selalu ada,
dibutuhkan,
bahkan tidak dibutuhkan,
kadang,
jadi terasa sangat sepi,
jika tak ada,

bicara dengannya,
seperti sangat dihargai,
didengarkan,
diperhatikan,
jadi merasa sangat membutuhkan,

kekuranganmu,
menjadi kelebihan bagi saya,
jadi seperti bagian dalam dirimu,
dan sayapun seperti menjadi bagian dari dirimu juga,

tetap selalu ada yah,
meski banyak yang menghalangi,
karna kamu sudah dititipkan ke saya,
dan saya sudah dititipkan ke kamu,

terima kasih,


Senin, 18 Februari 2013

:)


dalam cinta,
banyak yang kita rasakan,
indahnya pertama percintaan,
selalu membuat bumi ini hanyak milik berdua,
yang lainnya hanya hiasan untuk mempermanis kehidupan,

dalam cinta,
di awal hubungan ini di mulai,
perbedaan pemikiran selalu ada,
keinginan yang dipaksakan ingin disatukan,
nampak terasa asing,
dan jadinya seperti pura-pura saja,
yang terlihat selalu senyuman yang memaksa harus tetap sama,

dalam cinta,
selalu ada tujuan kedepan,
harus ada progres disetiap perjalanannya,
saat ini,
satu tujuan itu belum ada,
yang ada hanya menjalani masa indahnya awal hubungan,
belum ada progres kedepan akan seperti apa,

dalam cinta,
butuh proses,
prosenya lama,
tidak bisa secepat kilat yang menyambar,
tidak bisa instan seperti makanan siap saji,
harus adanya perhitungan dengan matang,
pikiran jernih untuk bisa menyatukan hati,
dan nikmati saja proses itu,

semuanya akan indah kok,
percaya dengan janji-Nya,
meski akhirnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,
tapi,
yang baik akan memperoleh sesuatu yang baik :)

Selasa, 12 Februari 2013

PINTU 1


di sanalah,
di gerbang itu,
di bangku kayu panjang,
di apit pohon rindang,
aku bertemu denganmu,

pohon-pohon rindang,
rerumputan hijau,
jalanan aspal,
gerimis hujan,
menjadikan pertemuanku sangat berkesan,
mata ini tersipu malu-malu melihatnya,
canda gurau mengalir dengan sendirinya,
meski banyak tersenyum dan diam,

jarum jam bergerak sangat cepat,
mataharipun mulai berganti menjadi bulan,
awan abu-abu berubah menjadi gelap,
seandainya bisa,
aku ingin menambah waktu lebih lama pada-Nya,
senyuman diawal pertemuan,
aku dapatkan lagi diakhir pertemuan itu,

awal pertemuan yang berkahir manis :)
seperti pintu itu menjadi titik pertemuan hati
antara kamu dan aku,
yang kini menjadi satu,
semoga saja menjaadi gerbang awal
tentang satu pemikiran dan
satu tujuan yang sama,
meski kamu dan aku sendiri belum tau
tentang kesamaan itu,

mudahkanlah,
dan lancarkanlah,
Amiinn :)